Negeri Saudagar
Adalah sebuah negeri di muka bumi. Sungguh negeri permai, elok tak terperi. Menjadi bahan gunjingan dari abad ke abad. Menjadi rebutan dari negeri seberang. Namun sayang seribu sayang. Rakyatnya yang berlaksa-laksa, miskin terhina. Mereka menjadi kasut bagi pemimpin negeri yang tiada berhati nurani. Hanya kepeng dicari untuk memperkaya diri. Anak-anak negeri telah hilang harga diri, dijual kepada ketamakan segelintir punggawa negeri. Jiwa saudagar pencari laba telah meraja, menggantikan jiwa kenegarawanan belaka.
Saudagar tiada punya rasa patriotisme. Negeri mereka adalah di mana uang berada. Bila perlu menjual kekayaan bangsa. Alangkah sedih menjadi rakyat di negeri para saudagar. Segala-gala diukur dengan kepeng berbinar. Mereka harus berjajar menunggu minyak dan keperluan sehari-hari yang harganya terus meninggi benar. Sementara para saudagar memperdagangkan semuanya: politik, ekonomi, sosial, budaya, bahkan diri mereka sendiri. Para saudagar telah melacurkan diri demi uang dan uang. Alangkah sedih benar!
Saudagar tiada punya rasa patriotisme. Negeri mereka adalah di mana uang berada. Bila perlu menjual kekayaan bangsa. Alangkah sedih menjadi rakyat di negeri para saudagar. Segala-gala diukur dengan kepeng berbinar. Mereka harus berjajar menunggu minyak dan keperluan sehari-hari yang harganya terus meninggi benar. Sementara para saudagar memperdagangkan semuanya: politik, ekonomi, sosial, budaya, bahkan diri mereka sendiri. Para saudagar telah melacurkan diri demi uang dan uang. Alangkah sedih benar!


0 Comments:
Post a Comment
<< Home