Khazanah Kata

Usaha menyusun 26 aksara menjadi kalimat bermakna, usaha membunuh kehampaan, atau justru berkarib intim dengan kehampaan itu sendiri...

My Photo
Name:
Location: Semarang, Central Java, Indonesia

Simple, down to earth(?), easy going person

Saturday, August 06, 2005

TOPENG

Topeng. Siapa tidak kenal dengan benda ini? Kukira kalian semua mengenalnya, bahkan mungkin juga memakainya untuk mengadakan pertunjukan. Kalau tidak salah ingat, topeng dalam bahasa Yunani adalah PERSONA. Dalam pertunjukan drama Yunani zaman dulu, para pemainnya menggunakan topeng untuk memerankan satu tokoh. Mereka menyembunyikan wajah sesungguhnya.
Di negeri ini pun kesenian topeng terdapat hampir di semua daerah. Eh, percaya atau enggak, berdasarkan pengamatanku, daerah yang keseniannya berkembang sangat maju... selalu ada tari topeng. Di Jawa dan Bali ada tari topeng, bahkan jauh sejak abad ke-10. Tapi di Papua sana... kok aku belum pernah dengar ada tari topeng. Memang sih kadang2 mereka mewarnai mukanya dengan lumpur dan oker. Tapi kurasa fungsinya bukan untuk menyembunyikan wajah mereka, melainkan sebagai tuntutan untuk upacara ritual. Mereka menganggap oret2an lumpur itu sebagai "baju" mereka. Tetapi topeng atau persona jelas beda. Topeng tak hanya hadir dalam sendratari, tapi bisa juga dipakai main2. Memang sih ada juga topeng yang dianggap keramat. Topeng2 Bali yang punya taksu, misalnya. Enggak semua orang bisa memakai. Harus punya jiwa dan roh yang bersih.
Eh, kenapa sih aku nulis tentang topeng?

Ya... sekalipun orang sekarang ini jarang memakai topeng untuk menari, sesungguhnya masih juga mengenakan topeng. Bahkan topeng yang paling susah dilihat karena sudah begitu menyatu dengan kehidupannya. Topeng itu adalah kepura2an, hipokrisi. Berhadapan dengan orang lain, biasanya manusia cenderung tidak menjadi dirinya sendiri. Yang biasanya pendendam, tampil dengan wajah bersahabat. Bisa juga sebaliknya, yang orangnya baik hati, menampilkan dengan wajah yang tidak sedap dipandang. Agar dianggap punya harga diri tinggi, maka kita menjaga penampilan dengan sangat hati2. Topeng itu hanya akan "dilepas" jika dia tengah sendirian, tanpa kehadiran orang lain. Benarlah kata orang bijak: Dalam kesendirian, itulah sejatinya dirimu.
Kita mungkin enggan melepas topeng yang kita kenakan karena sudah merasa nyaman mengenakannya. Kita takut jika topeng dilepas, segala cacat-cela yang kita miliki menjadi nampak. Padahal tidak ada kebahagiaan sejati tanpa menjadi diri sendiri. Topeng hanya mendatangkan kebahagiaan semu.
Ups... aku jadi takut sendiri menulis ini karena aku tidak yakin apakah aku sudah melepaskan topeng yang kukenakan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home