SEPTEMBER KELABU
Kalau tahun 80-an dulu ada judul lagu "Desember Kelabu" yang dinyanyikan oleh Maharani Kahar, tampaknya sekarang bukan Desember lagi yang kelabu. September-lah yang kelabu. "September Ceria" agaknya mesti menyingkir buat sementara. (Tetapi Desember Kelabu pasti akan dikenang oleh rakyat Aceh dan Nias).
Bagaimana tidak? Beberapa tahun belakangan ini, semenjak meledak aksi terorisme di seluruh dunia, September selalu membuat orang was2. Malah permulaan bulan ini saja ada Mandala PK-RI 091 yang naas. Belum lagi korban amukan Katrina di Mississippi dan Louisiana, juga topan Nabi (b. Korea: kupu2) yang melanda Jepang.
Kenapa ya? Sebenarnya bukan tahun2 belakangan ini September menyentak perhatian. Waktu Olympiade di Jerman dulu juga ada peristiwa Black September, di mana para teroris menghabisi atlet2 Israel. (Tuh... teroris lagi!). Apakah memang bulan ke-9 dalam kalender Masehi ini merupakan titik kulminasi buat para teroris untuk bergerak? (Dan sekarang alam pun ikut2an).
Kalau dulu orang percaya bahwa bulan Maret-lah yang paling berisiko lantaran dikuasai oleh Dewa Ares atau Dewa Mars (dewa perang), terbukti Hitler menyerang kota Danzig/Gdansk (Polandia) pada bulan Maret. Tampaknya sekarang Dewa Mars ada di bulan apapun. Di Indonesia pastinya dia senang sekali karena rakyatnya mudah digombali, dipanas2i, dan diadu domba. Lihat saja, di hampir semua tempat Pilkada rusuh. Soal2 sepele pun bisa memicu aksi bakar2an, ancur2an. Bangsa ini enggak belajar menggunakan otak. Otot melulu yang dipamerkan (Habis ada contohnya di Senayan sih!). Ngomong2 tentang Senayan... mau nggak mau bikin kita terus menghela nafas panjang. Kok ya ada calo2 di DPR!
Ah... jadi pusing sendiri aku!
Udahan ah!
Bagaimana tidak? Beberapa tahun belakangan ini, semenjak meledak aksi terorisme di seluruh dunia, September selalu membuat orang was2. Malah permulaan bulan ini saja ada Mandala PK-RI 091 yang naas. Belum lagi korban amukan Katrina di Mississippi dan Louisiana, juga topan Nabi (b. Korea: kupu2) yang melanda Jepang.
Kenapa ya? Sebenarnya bukan tahun2 belakangan ini September menyentak perhatian. Waktu Olympiade di Jerman dulu juga ada peristiwa Black September, di mana para teroris menghabisi atlet2 Israel. (Tuh... teroris lagi!). Apakah memang bulan ke-9 dalam kalender Masehi ini merupakan titik kulminasi buat para teroris untuk bergerak? (Dan sekarang alam pun ikut2an).
Kalau dulu orang percaya bahwa bulan Maret-lah yang paling berisiko lantaran dikuasai oleh Dewa Ares atau Dewa Mars (dewa perang), terbukti Hitler menyerang kota Danzig/Gdansk (Polandia) pada bulan Maret. Tampaknya sekarang Dewa Mars ada di bulan apapun. Di Indonesia pastinya dia senang sekali karena rakyatnya mudah digombali, dipanas2i, dan diadu domba. Lihat saja, di hampir semua tempat Pilkada rusuh. Soal2 sepele pun bisa memicu aksi bakar2an, ancur2an. Bangsa ini enggak belajar menggunakan otak. Otot melulu yang dipamerkan (Habis ada contohnya di Senayan sih!). Ngomong2 tentang Senayan... mau nggak mau bikin kita terus menghela nafas panjang. Kok ya ada calo2 di DPR!
Ah... jadi pusing sendiri aku!
Udahan ah!

