Do not judge
Do not judge. Lest I shall judge you
Do not condemn. Lest I shall condemn you
Bagi siapapun yang memiliki otoritas tinggi dapat dengan mudah menjatuhkan penghakiman maupun kutukan. Mereka merasa menjadi pemegang satu-satunya kebenaran yang mutlak. Segala yang tidak sesuai dengan ukuran yang mereka miliki adalah keliru, salah, hujatan, dan pantas dilenyapkan dari muka bumi.
Banyak pemuka agama seringkali menjadi pemegang otoritas mutlak. Mereka bukan saja merasa menjadi wakil Tuhan di bumi, melainkan merasa sebagai Tuhan itu sendiri.
Pengikut agama yang berwawasan sempit pun tidak kalah mengerikan. Mereka bisa merusak, menghancurkan, bahkan membunuh orang-orang yang mereka anggap mengikuti ajaran menyimpang. Sejarah panjang umat manusia telah menorehkan kisah-kisah memilukan ini: penindasan manusia dan pemusnahan etnik atas nama otoritas agama.
Perang Salib adalah contoh yang tidak bisa dilupakan. Demi materi dan kekuasaan, ajaran agama dijadikan pembenaran atas perang. Terorisme yang akhir-akhir ini merebak, tidak jarang menggunakan ayat-ayat kitab suci untuk membenarkan tindakan. Agama-agama rakyat, agama suku, agama asli penduduk lokal, disingkirkan atas nama Tuhan yang dikenal oleh agama-agama yang bersumber dari Timur Tengah karena dianggap takhayul bodoh, budaya primitif, penyembahan berhala. Siapakah yang sebenarnya penyembah berhala?
Religion should never be used to justify discrimination or justify hatred against anyone.
Do not condemn. Lest I shall condemn you
Bagi siapapun yang memiliki otoritas tinggi dapat dengan mudah menjatuhkan penghakiman maupun kutukan. Mereka merasa menjadi pemegang satu-satunya kebenaran yang mutlak. Segala yang tidak sesuai dengan ukuran yang mereka miliki adalah keliru, salah, hujatan, dan pantas dilenyapkan dari muka bumi.
Banyak pemuka agama seringkali menjadi pemegang otoritas mutlak. Mereka bukan saja merasa menjadi wakil Tuhan di bumi, melainkan merasa sebagai Tuhan itu sendiri.
Pengikut agama yang berwawasan sempit pun tidak kalah mengerikan. Mereka bisa merusak, menghancurkan, bahkan membunuh orang-orang yang mereka anggap mengikuti ajaran menyimpang. Sejarah panjang umat manusia telah menorehkan kisah-kisah memilukan ini: penindasan manusia dan pemusnahan etnik atas nama otoritas agama.
Perang Salib adalah contoh yang tidak bisa dilupakan. Demi materi dan kekuasaan, ajaran agama dijadikan pembenaran atas perang. Terorisme yang akhir-akhir ini merebak, tidak jarang menggunakan ayat-ayat kitab suci untuk membenarkan tindakan. Agama-agama rakyat, agama suku, agama asli penduduk lokal, disingkirkan atas nama Tuhan yang dikenal oleh agama-agama yang bersumber dari Timur Tengah karena dianggap takhayul bodoh, budaya primitif, penyembahan berhala. Siapakah yang sebenarnya penyembah berhala?
Religion should never be used to justify discrimination or justify hatred against anyone.

